USB, Konektor All-in-One

USB, Konektor All-in-One

Game Hd Offline – Meskipun sempat tersendat di awal kehadirannya, Universal Serial Bus berhasil mempersatukan koneksi ke PC dan notebook selama 20 tahun. Mouse dan keyboard terkoneksi ke komputer melalui konektor PS2, printer melalui port paralel, joystick melalui game port, modem melalui interface serial, dan Zip drive terpaku pada Small Computer System Interface (disingkat SCSI). Itulah kondisi ketika Compaq, DEC, IBM, Intel, Microsoft, NEC, dan Nortel terlibat perdebatan sengit standar interface di industri komputer pada tahun 1994. Setelah dikembangkan selama dua tahun, versi pertama Universal Serial Bus (USB) diperkenalkan pada 1996. Akan tetapi, hanya sedikit perangkat USB 1.0 yang ada di pasar karena banyak kekurangan dalam teknologinya.

Kecepatan transmisi data yang sangat rendah (1,5 Mbits untuk low-bandwidth dan 12 Mbits untuk full-bandwidth) dan belum mendukung penggunaan kabel extension karena masalah timing dan keterbatasan pasokan daya adalah dua masalah utamanya. Namun, masalah- masalah itu bisa diperbaiki pada USB 1.1. Terobosan besar teknologi USB hadir pada awal tahun 2.000-an berupa standar baru USB 2.0 dengan kecepatan 480 Mbits. Transfer rate ini tercatat sebagai yang tercepat untuk periferal komputer berukuran mungil. Setelahnya, kehadiran USB flash drive atau yang juga dikenal dengan nama flash disk tidak bisa dipisahkan dari lanskap TI. Di masa jaya floppy disk 3,5 inci, sebuah flash disk berkapasitas 8 MB terasa sangat lega.

Kapasitasnya kini bahkan meningkat hingga mencapai ratusan gigabyte. Seiring dengan pengembangan USB sebagai interface transfer data untuk flash disk, hard disk eksternal, dan optical drive, transfer rate USB 2.0 terasa semakin lambat. Pada akhir tahun 2008, USB 3.0 diperkenalkan dengan kemampuan mentransfer data hingga 5 Gbits sehingga diberi gelar Super Speed. Kecepatan transfer data hingga 10 Gbits tidak lama lagi akan hadir pada USB 3.1. Meskipun pada awalnya USB adalah sebuah proyek spesifik yang ambisius, interface ini berkembang menjadi sebuah standar yang sangat universal.

Pada tahun 2014, hampir tidak ada periferal komputer yang tidak terhubung dengan konektor ini ke PC atau notebook. Bahkan smartphone dan tablet, yang disebut-sebut sebagai perangkat post PC era pun mengadopsi USB sebagai interface standar. Inilah yang menyebabkan pemerintah Uni Eropa mengeluarkan kebijakan untuk mengadopsi USB sebagai standar pengisian daya ponsel dan melarang charger lainnya.

Related Posts

About The Author