Belajar Bahasa Asing Sejak Dini Bagian 2



generasimaju.com Pada pembelajaran bahasa B2, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa tersebut. Dukungan pada pembelajaran bahasa B2 sejak dini disampaikan pula oleh beberapa pakar bahasa dan pendidikan, antara lain McLaughlin dan Genesee yang menyatakan bahwa anakanak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Pakar lainnya, yaitu Barbara Zurer Pearson, penulis buku Raising a Bilingual Child, mengatakan, tak ada kata terlambat atau terlalu cepat untuk mengajari anak bahasa keduanya.

“Belajar bahasa kedua itu lebih mudah untuk anak-anak di bawah 10 tahun dan lebih mudah lagi untuk anak balita, dibandingkan dengan orang dewasa yang butuh upaya lebih besar untuk mempelajarinya.” Ada lagi seorang biolinguist, Eric H. Lennenberg yang berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur. Makanya, ia lebih mudah belajar bahasa. Sedang-kan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal. Maksudnya, pada usia anakanak, otak kanan dan kiri belum terlateralisasi, sehingga otak lebih lentur dan lebih mudah dalam mempelajari sesuatu.

BAHASA APA PUN OKE

Tak ada batasan usia minimal dan maksimal seorang anak untuk mempelajari bahasa, termasuk bahasa Inggris. Asalkan cara penyampaiannya sesuai untuk anak. Sebetul nya, saat anak lahir, ia sudah dibekali alat untuk memproses input bahasa di sekitarnya, yang disebut dengan LAD (Language Acquisition Device) atau piranti pemerolehan bahasa. Ini berguna untuk kemampuan mengenal beragam bahasa dan memproses input bahasa yang didengarnya menjadi output bahasa yang akan dituturkannya. Seperti pernah disampaikan Noam Chomsky, ahli bahasa kenamaan dari Amerika, bahwa seorang anak tidak dilahirkan bak piring kosong atau tabularasa. Begitu dilahirkan, ia sudah dilengkapi dengan perangkat bahasa yang dinamakan LAD.

Perangkat ini sifatnya universal, dibawa anak sejak lahir. Jadi, dapat dikatakan bahwa anak sudah dibekali pengetahuan tertentu tentang bahasa. Perangkat bahasa inilah yang memungkinkan seseorang bisa memperoleh bahasa apa pun. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya yang dibutuhkan hanyalah masukan guna mengaktifkan tombol-tombol universal itu. Dengan adanya LAD tersebut, maka tidak ada ibu yang perlu bersusah payah mengajari anaknya tata bahasa, pelafalan yang betul. Secara otomatis, anak akan bertutur persis seperti input bahasa yang didengarnya. Hal ini meliputi tata bahasa, pelafalan, semantik, pragmatik. Bahkan, tak jarang sampai kepada intonasi yang biasa di dengarnya.

Related Posts

About The Author